Wisata Dieng

Home » Tempat wisata di Dieng (Page 2)

Category Archives: Tempat wisata di Dieng

Advertisements

Tempat wisata yang paling diminati kawula muda

Dieng merupakan tempat tinggal para dewa, yang berasal dari bahasa Sangsekerta Ardi dan Aeng atau ada juga yang menyebutnya dihyang yang memiliki arti tempat tinggi atau tempat tinggalnya para dewa. Pantas saja Dieng selalu dibanjiri wisatawan dan backpacker, pantas juga dulu Dieng dipilih dan disebut sebagai tempat bersemayamnya para dewa, karena Dieng memiliki banyak sekali pemandangan alam menakjubkan yang terus menantang untuk dieksplorasi lebih jauh lagi, hampir disemua sudut kawasan Dieng terdapat hal unik dan menarik, selain peninggalan jaman dinasti syailendra yang berserakan dimana-mana juga terdapat pemandangan alam sisa-sisa vulkanik purba. Tidak cukup waktu satu minggu kalau kita akan mengunjungi semua lokasi yang ada.

tempat wisata dieng

Salah satu tempat wisata di Dieng yang paling disukai kaula muda.

Tempat bagus yang perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk kunjungan wisata seperti : Hutan India dan telaga Dringo, Gunung Pakuwojo,bukit teletubies gunung Prau, telaga Sinila, kawah Candradimuka,Goa Jimat, Sumur Jalatunda, air terjun Sirawe yang tertinggi di kawasan Dieng, padang savana gunung Pangonan , dan masih banyak lagi perlu dijadikan alternatif wisata Dieng.

Wisata alamnya juga sangat menantang untuk ditelusuri ,percuma rasanya kalau ke Dieng tidak mengeksplorasi tempat-tempat tersebunyi, yang dibutuhkan hanya sedikit keberanian dan bekal yang cukup dan yang pasti informasiyang cukup karena akan menempuh perjalanan sedikit ekstrim.

Tidak akan pernah menyesal ketika kita sudah sampai dilokasi tersembunyi tersebut,karena sepadan antara sedikit lelah yang kita keluarkan dengan apa yang bisa kita nikmati , masing-masing lokasi menawarkan keunikan berbeda walaupun jenisnya sama,antara satu telaga dengan telaga yang lain juga beda semua , antara goa yang satu dengan goa yang lain juga beda, antara air terjun yang satu dengan yang lain juga beda.

Salah satu kendala terbesar bagi wisatawan para backpacker adalah minimnya papan penunjuk arah ke lokasi tersebut sehingga cukup sulit bagi orang luar untuk menemukannya, jalan satu-satunya yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan tour guide lokal untuk ikut biro yang menawarkan eksplorasi bagi backpacker. Wisata alam di kawasan Dieng yang sangat diminati kawula muda berdasarkan dari banyaknya jumlah pengunjung adalah :

  1. Gunung Sikunir
  2. Gunung Prau
  3. Batu pandang
  4. Gunung Sindoro
  5. Gunung Pakuwojo
  6. Telaga Dringo
  7. Bukit Pangonan
  8. Gunung Bisma
  9. Telaga Menjer
  10. Telaga warna

Tentu saja masing–masing orang memiliki cara dan standar tersendiri untuk memilih lokasi yang akan dituju dan tentunya hal tersebut juga tergantung dengan kesepaktan kelompok, mau tantangan yang sangat ekstrim atau sedang-sedang saja, atau tantangan ringan, semisal hanya camping di pinggir telaga misalnya.

Kalau mau tantangan yang cukup keren bisa dimulai dari Poros Dieng dengan jalan kaki, kunjungi terlebih dahulu kawasan candi Dieng, setelah itu dilanjut ke Kawah Sikidang dan bukit Sidengkeng petak 9 Dieng untuk menyaksikan telaga warna, sore harinya dilanjut ke Desa Tertinggi dipulau jawa yaitu sembungan, bikin tenda disekitar telaga cebong, malamnya naik puncak sikunir untuk memburu golden sunrise, paginya jalan ke telaga menjer melalui arah Air terjun sikarim, sore hari kita sudah sampai di kota wonosobo, ini baru tantangan paling asyik untuk berwisata seru.

Advertisements

Tuk Bimo Lukar

Tuk bimo lukar adalah sebuah obyek wisata di Dieng yang paling sering dilupakan wisatawan, walaupun letaknya berada di tepi jalan raya namun jarang sekali wisatawan menggunjungi tempat ini. Secara fungsi, tuk bimo lukar sebagai hulu (mata air) sungai serayu yang mengalir hingga Cilacap. Oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian.

Sampai dengan saat ini salah satu kendala utama untuk menggunjungi obyek wisata tuk bimo lukar adalah sempitnya area parkir dan tidak ada perawatan dari pemerintah setempat. Akibatnya banyak sekali wisatawan yang menghiraukan obyek wisata tuk bimo lukar.

Secara administratif tuk bimo lukar terletak di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar Wonosobo. Dapat ditempuh 25,5km atau 50 menit perjalanan dari pusat kota Wonosobo.

Gunung Prau

Gunung seribu bukit adalah sebutan untuk gunung prau yang membentang di beberapa Kabupaten seperti Batang, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung dan Kendal ini ,penamaan gunung Prau dikarenakan bentuknya yang mirip perahu,dengan bentangan yang sangat luas sampai di beberapa kabupaten.

Gunung Prau beberapa tahun terakhir ini menjadi trending topic di berbagai media sosial dan menjadi sangat popular bahkan mengalahkan popularitas gunung sindoro yang lebih tinggi,gunung dengan track pendek ini yang hanya ditempuh sekitar 2-3 jam perjalanan tersebut menawarkan pesona alam yang luar biasa indahnya, disepanjang perjalanan sebelum sampai hutan akan kita temui tanaman sayur diladang penduduk yang menghampar menghijaukan coklatnya tanah,para pendaki  berjalan beriringan dengan tawa canda riang khas mereka, sesekali membebaskan diri di alam bebas akan sangat membantu untuk membuat hidup kita lebih hidup.

Hamparan warna –warni  bunga ceplikan menyapa pengunjung yang datang, Sabana luas terhampar dengan hiasan gundukan – gundukan bukit yang sangat mirip dengan lokasi Lala Po di film teletubies, itulah sebabnya bukit-bukit itu diberi nama bukit teletubies, dan muncul di postingan berbagai media sosial, ribuan foto muncul atas atas kebanggan siapapun yang telah mengunjunginya bahkan para pendaki pemulapun menjadikan gunung prau sebagai sarana latihan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.

Untuk mencapai puncak gunung prau dapat ditempuh melalui Pos Dieng atau pos Patakbanteng dengan pertimbangan masing –masing, kalau mau lewat Dieng jalannya lebih landai melewati ladang penduduk, hutan dan semak, sekitar 2,5 jam sudah sampai di lokasi untuk ngecamp dan menikmati terbitnya matahari, jalur ini terasa lebih pas bagi orang yang jarang naik gunung, sedangkan jalur Patakbanteng treknya lebih pendek dan menanjak dengan kondisi jalan seperti itu justru waktu tempuhnya lebih lama karena pendaki sering terforsir tenaganya secara terus menerus.

Sebetulnya ada rahasia agar kita lebih cepat sampai di puncak yaitu melalui dusun Kalilembu desa Dieng yang tepat berada di bawah gunung Prau, mobil atau motor yang kita pakai harus sampai didusun kalilembu agar kita dapat menghemat waktu sekitar 30 menit perjalanan, dari kalilembu ada dua pilihan jalan yaitu lewat jalur kiri atau kalau mau lebih cepat lagi jalur kanan tapi agak lebih menanjak.

Waktu untuk mendaki dapat dilakukan sore hari atau malam hari selanjutnya mendirikan tenda ditempat yang agak terlindung dari angin, kita dapat menghabiskan malam dipuncak dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan sampai pagi menjelang terbitnya matahari.

Kecantikan matahari terbit disaksikan dari gunung prau sangat luar biasa indahnya, bulatnya sempurna dengan warna merah menyala ditengahnya yang dikelilingi semburat warna keemasan, sementara gunung Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu masih menyiluet,prosesi bertenggernya matahari diufuk timur secara sempurna akan diiringi oleh perubahan pemandangan yang sangat menakjubkan, iring-iringan kabut putih secara perlahan membuka tabir munculnya perbukitan yang ada dibawahnya, sejurus kemudian pamandangan gunung – gunung tinggi mulai berubah warna membiru menyiratkan keagungan penciptanya, mulut-mulut berdecak kagum, lensa kamera terarah ke berbagai penjuru untuk mengabadikan moment yang semuanya terlihat indah, edelwiesnya, embunnya,kabutnya, gunungnya , langitnya.. semua terlihat sempurna.

Sumur Jalatunda

Jalatunda merupakan sumur raksasa tempat tinggalnya Antaboga, Nagagini dan Antareja, ular raksasa yang berasal dari cerita pewayangan, begitulah kepercayaan cerita turun-temurun penduduk lokal,dan sampai saat ini masih juga banyak yang percaya tentang adanya kerajaan Antaboga termasuk beberapa tokoh spiritual juga mempercayainya, Sumur Jalatunda ini juga masih menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh sesepuh Dieng pada saat akan dilaksanakannya ritual cukur rambut gembel.

Terletak di Desa Pekasiran Kecamatan Batur atau sebelah kanan jalan dari Dieng menuju Batur via kepakisan. Untuk mencapai lokasi bibir sumur raksasa yang berdiameter 90 meter ini, kita harus naik tangga terlebih dahulu dengan jumlah yang menurut banyak orang sering berebda-beda hitungannya. Sumur ini merupakan bekas kawah purba yang kemudian terisi air berwarna hijau , dinding-dindingnya merupakan bebatuan yang banyak ditumbuhi berbagai jenis rumput, bambu glagah dan bambu cendani.

Kedalaman 100 meter diatas permukaan air sumur yang hijau menjadikan jarangs ekali ada orang yang berani turun untukmengambil air sumur yang katanya berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit tertentu, dulu di Desa Pekasiran hanya ada satu orang yang berani turun untuk mengambil air tersebut tanpa bantuan alat apapun , sampai saat ini Sumur raksasa jalatunda masih menjadi lokasi yang sering dikunjungi wisatawan karena ada kepercayaan turun temurun yang mengatakan bahwa barang siapa yang dapat melempar batu melewati tengah sumur dan sampai ke sisi lain dari bibir sumur maka beberapa permintaanya akan segera terkabul oleh Tuhan yang maha esa.

Nama Jalatunda berasal dari jala dan tunda Jala berarti jaring Tunda berarti menunda, dimaksudkan untuk memberikan semangat bagi generasi sekarang agar ketika memiliki cita-cita kita jangan pernah menunda-nunda untuk mengerjakan pekerjaan yang mengarah pada cita-cita tersebut, atau kita akan terjaring penyesalan yang tiada hentinya dalam mengarungi kehidupan ini.

Kawah Sikidang, kawah termasyhur di Dieng

Sikidang adalah sebuah kawah termasyhur di Dieng, setiap hari obyek wisata ini tak pernah sepi penggunjung. Lokasinya sangat strategis di jalur utama wisata Dieng, selain itu Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah yang paling aman untuk dikunjungi. Bentang alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri, terlebih banyak fasilitas pendukung yang terdapat disekitar kawah Sikidang sehingga membuat banyak wisatawan merasa betah ketika mengunjungi Kawah ini.

Tiket masuk obyek wisata Kawah Sikidang cukup murah, bisa didapatkan Rp. 5.000/orang. Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menarik seperti naik kuda, atv sampai dengan berpetulangan dengan motor trail dengan medan yang cukup menantang.

Saat yang paling tepat untuk menggunjungi Kawah Sikidang adalah waktu siang hari, saat terik matahari untuk mengurangi bau belerang yang pekat. Untuk keselamatan berwisata, wisatawan tidak diperbolehkan terlalu dekat dengan bibir kawah, jarak yang direkomendasikan 3 meter atau diluar pagar pembatas.

Kawah-kawah lain yang terdapat di dataran tinggi Dieng dan aman untuk dikunjungi adalah kawah Sileri dan kawah Candradimuka lokasinya di obyek wisata Dieng zona 2, sekitar 7-8 km dari Candi Arjuna Dieng.