Wisata Dieng

Home » Tempat wisata di Dieng

Category Archives: Tempat wisata di Dieng

Wisata perkebunan teh Tambi

Jika berkunjung ke Wonosobo, tak hanya obyek wisata Dieng saja yang dapat kita nikmati, salah satunya tujuan wisata populer yang tak boleh dilewatkan adalah menikmati wisata perkebunan teh Tambi yang terletak di kaki Gunung Sindoro. Hawa udara segar serta pemandangan yang indah dapat kita nikmati di tempat ini, sejauh mata memandang termanjakan oleh hamparan perkebunan teh yang dapat diibaratkan seperti permadani hijau nan cantik.

Perkebunan teh Tambi terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, lokasinya mudah dijangkau. Dari Wonosobo sekitar 17 km menuju arah utara (jalur Dieng). Banyak kegiatan menarik yang dapat dilakukan selama di Perkebunan Teh Tambi, seperti : outbound, fans game, wisata petik daun teh dan kegiatan lintas alam.

Bagi pecinta fotografer, Agrowisata perkebunan teh tambi juga menjadi tempat yang paling direkomendasikan, banyak spot menarik yang bisa dijadikan pengambilan gambar, jika dari Sigedang saat pagi juga dapat mengabadikan keindahan sunrise. Lokasi yang tak kalah menarik adalah perkebunan teh yang berada di atas Telaga Menjer, ditempat ini pengunjung dapat menikmati landscpae telaga terluas di Kabupaten Wonosobo dengan sempurna.

Advertisements

Menilik Sejarah Candi Arjuna Dieng

Anda seorang traveler sejati? Jika iya, Anda pasti memaknai bagaimana perjalanan liburan Anda tidak hanya sebatas menyegarkan pikiran setelah mendapat penat di kehidupan kota. Namun juga liburan bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai kebudayaan di berbagai objek wisata bersejarah. Objek wisata di Indonesia tidak hanya menawarkan kecantikan yang memukau tetapi juga menyimpan seribu sejarah yang tidak semuanya terkuak.

Candi Arjuna Dieng adalah salah satu obyek wisata unggulan di Dataran Tinggi Dieng

Candi Arjuna Dieng adalah salah satu obyek wisata unggulan di Dataran Tinggi Dieng

Kompleks Dataran Tinggi Dieng menyimpan sejuta peninggalan nenek moyang berupa candi, telaga, dan sejarah serta mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat sekitar. Salah satu objek wisata andalan di Dieng adalah Kompleks Percandian Arjurna. Di sana terdapat empat candi yang terletak bersebelahan menghadap ke barat yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Semar yang menghadap ke arah timur tepat di depan Candi Arjuna – yang terletak di ujung utara deretan percandian di kompleks tersebut.

Berbeda dengan Candi Prambanan yang besar dan tinggi, Candi Arjuna hanya sebesar 4 m2 dengan posisi bb ke arah barat. Pada pintu masuk dihiasi oleh kala makara yang dipercaya sebagai penjaga kesucian candi. Kala mempunyai arti raksasa yang menakutkan, sementara makara berarti wujud binatang dongeng Hindu yang terdiri dari campuran berbagai bentuk hewan seperti gajah, buaya, dan ikan. Dikarenakan bentuk kala makara yang menakutkan, diharapkan dapat menangkal roh-roh jahat yang mencoba memasuki candi (yang dianggap sebagai bangunan suci umat Hindu).

Meskipun ukuran candi di kompleks Candi Arjuna ini tidak sebesar candi Hindu di tempat lain, tetapi kawasan Candi Arjuna menempati area terluas (sekitar 1 ha) dari luas kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng seluruhnya yang mencapai luas 90 ha. Selain itu, lokasinya pun sangat strategis. Komplek Candi Arjuna terletak pada sebuah dataran terbuka yang dikelilingi komplek perkampungan Dieng.

Kompleks Candi Arjuna merupakan kelompok candi yang memiliki bentuk paling utuh sempurna dengan gaya arsitek yang sederhana namun menarik. Pucuk candi berbentuk Padma (bunga teratai). Di dalam Candi Arjuna dipercaya adanya air suci yang menggenang di dalam yoni (tempat untuk melahirkan). Masyarakat sekitar mempercayai bahwa air suci itu tidak pernah habis meskipun saat musim kemarau dan dianggap sakral hingga saat ini. Hal yang membedakan di kompleks candi ini dibandingkan dengan candi lainnya adalah di dalam setiap candi di kompleks Candi Arjuna, Anda tidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi candi. Sebagian besar arca yang berasal dari kompleks candi ini disimpan di Museum Kallasa sementara yang lainnya hilang.

Di sini, Anda tidak hanya dimanjakan dengan pemandangan kompleks candi yang begitu cantik dan kesejukan udaranya karena berada di ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Anda juga akan disuguhkan pentas seni Tarian Rampak Yakso Pringgondani. Tarian ini menceritakan peperangan antara Raden Gatotkaca didampingi oleh Palwangaseta (berwujud kera putih) melawan musuh dari Kerjaan Gilling Wesi yang dipimpin oleh Prabu Kaloprono dan Patih Sekapu yang membuat onar di khayangan. Tarian ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Dieng sebagai upaya mendapatkan keselamatan dan berkah sepanjang hidup serta sebagai sarana menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetia kawanan yang didasari rasa hormat dan gotong royong hidup bersama.

Kompleks Candi Arjuna biasanya digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan dan terkadang juga ruwatan anak gimbal. Ritual ruwatan rambut gimbal inilah yang menjadi andalan atraksi wisata budaya dalam Dieng Cultural Festival dan prosesi acara digelar di pelataran komplek Candi Arjuna. Pada prosesi tersebut, anak gimbal akan dimandikan dengan air yang berasal tujuh sumber, diarak, hingga dilempari beras kuning dan uang koin, kemudian dipotong rambut gimbalnya oleh pemuka adat sebelum dibuang ke Telaga Warna.

Akses menuju Kompleks Candi Arjuna sama dengan menuju Kompleks Dataran Tinggi Dieng. Pengunjung biasanya menggunakan jalur Kabupaten Wonosobo. Namun ada juga jalur utara melewati Kabupaten Banjarnegara atau bisa melewati Kabupaten Batang, Pekalongan. Transportasi menggunakan jalur tersebut dapat menggunakan angkutan umum (bus) maupun kendaraan pribadi. Harga tiket retribusinya pun cukup murah, Rp 5.000/orang untuk sekali masuk.

Sunrise Sikunir atau Sunrise Gunug Prau ?

Tas Gunung sudah dipersiapkan, perbekalan lengkap, tenda, matras, kompor kecil, tempat air, sleeping bag dan semua perlengkapan remeh temeh juga sudah masuk didalam tas, trus berangkat menuju Dieng. Sampai Wonosobo mulai bingung dengan informasi yang diterima, tujuannya adalah memburu golden sunrise, yang tentu saja dikawasan Dieng dapat dilakukan dari berbagai tempat, termasuk dari yang paling mudah, dari gardu pandang Tieng, dari Gunung Pakuwojo, dari Sikunir ataupun dari gunung Prau. Agar tidak bingung lagi berikut gambaran kedua tempat untuk berburu sunrise tersebut :

Sunrise Sikunir

sunrise sikunir

Salah satu foto sunrise Sikunir yang diambil bulan Januari 2015. Saat ini sikunir menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit.

 

Gunung Sikunir terletak di desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di pulau Jawa ,terletak 7 Km dari poros Dieng yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi ,sepeda motor ataupun jalan kaki mengingat tidak ada kendaraan umum sampai ke desa tersebut. Jalan aspal dari Dieng ke Sembungan ada beberapa titik yang mengalami kerusakan dan kondisi malam hari sangat gelap karena tidak ada penerangan lampu jalan disepanjang jalan menuju lokasi akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung, jalan yang biasanya gelap akan terang benderang oleh banyaknya lampu kendaraan yang melewati jalan tersebut, setiap malam sabtu dan malam minggu ribuan orang mengunjungi Sikunir untuk menikmati sunrise, salah satu alasan mengapa Sikunir sangat ramai dikunjungi adalah karena treknya sangat pendek untuk mencapai puncak, jadi anak-anak kecil dan orang-orang tua juga akan dengan sangat mudah sampai dipuncak Sikunir,

Malamnya para backpacker dapat mendirikan tenda di tepian telaga, jadi lebih mirip mendaki Semeru tapi treknya sangat pendek , pagi buta dapat langsung naik menuju puncak. Kerlap-kerlip lampu di desa-desa yang ada dibawah bukit dapat kita saksikan sebagai pembuka pemandangan indah yang akan kita saksikan , perlahan-lahan dari ufuk timur muncul sinar kekuningan , semakin lama warna itu makin jelas, seperti mata bidadari yang mengintip perlahan akhirnya muncul sempurna membentuk bulatan , titik tengahnya merah menyala dan memendarkan cahaya kekuningan disekelilingnya, matahari terlihat terbit sempurna terlihat dari gunung Sikunir, didapannya terhampar pemandangan yang luar biasa , gunung dan bukit membiru, terselimuti awan tipis seperti kerudung, sementara itu disisi selatan terlihat gunung Sindoro yang sedikit membayangi gunung sumbing, terlihat begitu megah, mulai dari siluet sampai kemudian menampakkan keasliannya yang anggun, Gunung Merbabu dan Merapi terlihat  begitu mempesona dan kokoh dalam kebiruannya,

Sunrise Gunung Prau

Treknya lebih panjang dibanding Sikunir, dapat ditempuh dari desa Patakbanteng , desa Dieng maupun lewat kalilembu Dieng, tapi hampir semunya memiliki trek yang lebih panjang dibanding Sikunir, gunung dengan track menanjak  ini yang hanya ditempuh sekitar 2-3 jam perjalanan tersebut menawarkan pesona alam yang luar biasa indahnya, disepanjang perjalanan sebelum sampai hutan akan kita temui tanaman sayur diladang penduduk yang menghampar menghijaukan coklatnya tanah, para pendaki  berjalan beriringan dengan tawa canda riang khas mereka, sesekali membebaskan diri di alam bebas akan sangat membantu untuk membuat hidup kita lebih hidup, kalau mau jalan yang lebih landai dapat ditempuh lewat Pos Dieng.

Hamparan warna –warni  bunga ceplikan menyapa pengunjung yang datang, Sabana luas terhampar dengan hiasan gundukan – gundukan bukit yang sangat mirip dengan lokasi Lala Po di film teletubies, itulah sebabnya bukit-bukit itu diberi nama bukit teletubies, dan muncul di postingan berbagai media sosial, ribuan foto muncul atas kebanggan siapapun yang telah mengunjunginya bahkan para pendaki pemulapun menjadikan gunung prau sebagai sarana latihan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.

Sebetulnya ada rahasia agar kita lebih cepat sampai di puncak yaitu melalui dusun Kalilembu desa Dieng yang tepat berada di bawah gunung Prau, mobil atau motor yang kita pakai harus sampai didusun kalilembu agar kita dapat menghemat waktu sekitar 30 menit perjalanan, dari kalilembu ada dua pilihan jalan yaitu lewat jalur kiri atau kalau mau lebih cepat lagi jalur kanan tapi agak lebih menanjak. Waktu untuk mendaki dapat dilakukan sore hari atau malam hari selanjutnya mendirikan tenda ditempat yang agak terlindung dari angin, kita dapat menghabiskan malam dipuncak dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan sampai pagi menjelang terbitnya matahari. Hari Sabtu dan Minggu Kedua gunung tersebut diatas selalu ramai dikunjungi ribuan orang, dan pilihan selanjutnya ada pada backpacker yang akan berburu sunrise.

Inilah 3 tempat wisata di Telaga Warna

Jika anda menggunjungi obyek wisata Telaga Warna Dieng melalui pintu utama, maka akan mendapati tiga obyek wisata sekaligus. Ke -3 tempat wisata ini merupakan obyek wisata andalan di dataran tinggi Dieng, Wonosobo yang sudah mendunia, inilah 3 tempat wisata di Telaga warna Dieng :

Telaga Warna

obyek wisata telaga warna Dieng

obyek wisata telaga warna Dieng

Telaga warna Dieng adalah obyek wisata pertama yang bisa dilihat setelah memasuki gerbang tiket, sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhi berbagai jenis bunga yang indah, salah satunya bunga hortensia. Saat cuaca mendukung/cerah telaga warna memantulkan berbagai warna-warni yang sangat menakjubkan. Wisatawan dapat mengabadikan foto-foto telaga warna dari berbagai spot, yang paling terkenal adalah spot ranting/batang pohon yang berada di tepi telaga.

Telaga Pengilon

Obyek wisata ke -2 yang biasa dinikmati keindahannya adalah telaga pengilon, yang terletak sebelah selatan dari telaga warna Dieng, lokasinya sekitar 300 meter dari telaga warna. Salah satu perbedaan telaga warna dan telaga pengilon pada airnya, jika telaga warna terkenal akan warna-warni airnya sedangkan telaga pengilon terkenal akan kejernihan airnya.

Goa-goa Alam

Obyek wisata terakhir yang dapat dilihat adalah goa-goa alam, seperti goa jaran, goa semar dan goa lainnya. Wisatawan hanya diperbolehkan melihat goa-goa tersebut dari pintu luar, karena goa-goa yang ada di kawasan telaga warna Dieng digunakan untuk kegiatan spiritual.

Harga tiket obyek wisata telaga warna Dieng cukup murah, per orang dikenai biaya Rp. 7500 (sudah termasuk ke telaga pengilon, dan goa-goa alam).

Candi Arjuna Dieng, yang bakal populer di tahun 2015

Jika tahun 2014 yang lalu tren wisata Dieng lebih cenderung ke Sunrise, diperkirakan tahun 2015 ini Candi Arjuna Dieng bakalan lebih populer. Candi arjuna Dieng terletak strategis dan mudah dijangkau, hal ini menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan wisatawan, terutama untuk wisatawan berusia 40-70 tahun dan usia kurang dari 12 tahun.

candi arjuna dieng

Candi Arjuna Dieng kian populer dikalangan wisatawan.

Jumlah wisatawan yang menginap di Dieng tahun 2015 tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan hanya wisata 1 hari (one day tour). Tentu saja tujuan wisata fokus di kompleks candi Arjuna Dieng, telaga warna dan kawah Sikidang. Sesuai hasil pemantauan diengmurah.com bulan januari 2015 wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di kawasan candi arjuna Dieng, rata-rata lebih dari 1 jam. Biasanya wisatawan berjalan kaki dari candi arjuna menuju candi gatutkaca, dan meneruskan perjalanan wisata ke museum kailasa.

Fasilitas dan sarana-prasarana juga menjadi faktor penting untuk menunjang kebutuhan wisatawan, di kawasan Candi Arjuna Dieng fasilitas sudah cukup lengkap, seperti warung makan, pusat oleh-oleh banyak ditemukan ditempat ini.

Faktor lain yang mempengaruhi meningkatnya kunjungan wisata ke candi arjuna Dieng adalah, lokasi ini kerap dijadikan pertunjukan event terutama festival budaya Dieng dan berbagai pentas kesenian lainnya.