Wisata Dieng

Home » Tempat wisata di Dieng » Menilik Sejarah Candi Arjuna Dieng

Menilik Sejarah Candi Arjuna Dieng


Anda seorang traveler sejati? Jika iya, Anda pasti memaknai bagaimana perjalanan liburan Anda tidak hanya sebatas menyegarkan pikiran setelah mendapat penat di kehidupan kota. Namun juga liburan bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai kebudayaan di berbagai objek wisata bersejarah. Objek wisata di Indonesia tidak hanya menawarkan kecantikan yang memukau tetapi juga menyimpan seribu sejarah yang tidak semuanya terkuak.

Candi Arjuna Dieng adalah salah satu obyek wisata unggulan di Dataran Tinggi Dieng

Candi Arjuna Dieng adalah salah satu obyek wisata unggulan di Dataran Tinggi Dieng

Kompleks Dataran Tinggi Dieng menyimpan sejuta peninggalan nenek moyang berupa candi, telaga, dan sejarah serta mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat sekitar. Salah satu objek wisata andalan di Dieng adalah Kompleks Percandian Arjurna. Di sana terdapat empat candi yang terletak bersebelahan menghadap ke barat yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Semar yang menghadap ke arah timur tepat di depan Candi Arjuna – yang terletak di ujung utara deretan percandian di kompleks tersebut.

Berbeda dengan Candi Prambanan yang besar dan tinggi, Candi Arjuna hanya sebesar 4 m2 dengan posisi bb ke arah barat. Pada pintu masuk dihiasi oleh kala makara yang dipercaya sebagai penjaga kesucian candi. Kala mempunyai arti raksasa yang menakutkan, sementara makara berarti wujud binatang dongeng Hindu yang terdiri dari campuran berbagai bentuk hewan seperti gajah, buaya, dan ikan. Dikarenakan bentuk kala makara yang menakutkan, diharapkan dapat menangkal roh-roh jahat yang mencoba memasuki candi (yang dianggap sebagai bangunan suci umat Hindu).

Meskipun ukuran candi di kompleks Candi Arjuna ini tidak sebesar candi Hindu di tempat lain, tetapi kawasan Candi Arjuna menempati area terluas (sekitar 1 ha) dari luas kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng seluruhnya yang mencapai luas 90 ha. Selain itu, lokasinya pun sangat strategis. Komplek Candi Arjuna terletak pada sebuah dataran terbuka yang dikelilingi komplek perkampungan Dieng.

Kompleks Candi Arjuna merupakan kelompok candi yang memiliki bentuk paling utuh sempurna dengan gaya arsitek yang sederhana namun menarik. Pucuk candi berbentuk Padma (bunga teratai). Di dalam Candi Arjuna dipercaya adanya air suci yang menggenang di dalam yoni (tempat untuk melahirkan). Masyarakat sekitar mempercayai bahwa air suci itu tidak pernah habis meskipun saat musim kemarau dan dianggap sakral hingga saat ini. Hal yang membedakan di kompleks candi ini dibandingkan dengan candi lainnya adalah di dalam setiap candi di kompleks Candi Arjuna, Anda tidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi candi. Sebagian besar arca yang berasal dari kompleks candi ini disimpan di Museum Kallasa sementara yang lainnya hilang.

Di sini, Anda tidak hanya dimanjakan dengan pemandangan kompleks candi yang begitu cantik dan kesejukan udaranya karena berada di ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Anda juga akan disuguhkan pentas seni Tarian Rampak Yakso Pringgondani. Tarian ini menceritakan peperangan antara Raden Gatotkaca didampingi oleh Palwangaseta (berwujud kera putih) melawan musuh dari Kerjaan Gilling Wesi yang dipimpin oleh Prabu Kaloprono dan Patih Sekapu yang membuat onar di khayangan. Tarian ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Dieng sebagai upaya mendapatkan keselamatan dan berkah sepanjang hidup serta sebagai sarana menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetia kawanan yang didasari rasa hormat dan gotong royong hidup bersama.

Kompleks Candi Arjuna biasanya digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan dan terkadang juga ruwatan anak gimbal. Ritual ruwatan rambut gimbal inilah yang menjadi andalan atraksi wisata budaya dalam Dieng Cultural Festival dan prosesi acara digelar di pelataran komplek Candi Arjuna. Pada prosesi tersebut, anak gimbal akan dimandikan dengan air yang berasal tujuh sumber, diarak, hingga dilempari beras kuning dan uang koin, kemudian dipotong rambut gimbalnya oleh pemuka adat sebelum dibuang ke Telaga Warna.

Akses menuju Kompleks Candi Arjuna sama dengan menuju Kompleks Dataran Tinggi Dieng. Pengunjung biasanya menggunakan jalur Kabupaten Wonosobo. Namun ada juga jalur utara melewati Kabupaten Banjarnegara atau bisa melewati Kabupaten Batang, Pekalongan. Transportasi menggunakan jalur tersebut dapat menggunakan angkutan umum (bus) maupun kendaraan pribadi. Harga tiket retribusinya pun cukup murah, Rp 5.000/orang untuk sekali masuk.

Advertisements

Butuh bantuan ? silakan tinggalkan pesan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: